Jangan Kalah Sama Anak-anak?

Jangan Kalah Sama Anak-anak?

Jangan Kalah Sama Anak-anak?
Masih terngiang kata-kata orang disana yang diiringi gurauan “jangan kalah-kalah sama anak-anak” mendengar ucapan itu aku membalasnya dengan senyuman, bisa jadi alasan itu terlontar karena melihat posturku yang mungil atau karena umurku yang tak terlampau jauh. Untuk hal itu, aku tak terlalu memikirkannya, bukan suatu hal yang berada dalam prioritas fikiran, ada sesuatu yang lebih penting untuk ku perjuangkan. 

Memasuki kelas menatap mereka dengan kasih sayang adalah sebuah panah yang ingin selalu ku lontarkan, bukan gertakan atau hentakan yang harus membuat mereka takut sehingga memperhatikanku, bukan, itu bukan jurusku. karena perasaan takut dan negative akan berlabuh di hati, terpatri dan melekat di memori. Dan aku tak mau hal itu terjadi. Mereka adalah kertas yang perlu di ukir dengan tinta-tinta kebaikan yang menyentuh dasar hati, meski ku sadar “انك لا تهدي من احببت ولكن الله يهدي من يشاء ” sebagai partner aku hanya bisa berusaha dengan segala upaya, dan hasilnya hanya Ia, sang maha Kuasa yang bisa menentukan, apakah segala celotehan yang aku sampaikan meresap kedalam hatinya, atau hanya berlalu lalang seperti kapas yang dihembuskan angin. Aku akan terus belajar.

Jika tiba saatnya nanti aku hanya ingin sebuah ungkapan manis dan kenangan indah terselip dalam ingatan mereka. Aku ingin menyuarakan, aku datang bukan dengan setumpuk materi yang akan aku jejalkan tanpa hati, aku datang untuk berbagi dan menjadi teman inspirasi. Terkadang, tak bisa dipungkiri, ragam sifat bagai sebuah layar dengan channel yang berbeda, menampilkan ciri khas tersendiri, ada tayangan yang tak berkenan di hati, bahkan sedikit melukai jika diresapi. Tapi tunggu dulu, semua itu tak perlu dimasukkan ke hati, sekilas rasa sedih memang wajar, tapi jangan sampai senyum itu tak jadi terurai, bukankah masih banyak yang mendambakan lambang kelembutan dan keramahan itu, bila ada ulat, do’akan saja nanti ia akan menjadi kupu-kupu, Insyaallah, akan ada saatnya Ia membukakan pintu hati. Aamiin Ya Robbal Izzati.

0 komentar


View MoreHOTTEST ARTICLES