Hari gini. Gak Mondok? Serius Bisa Mandiri? Baca 5 hal ini
Oya, sebelum ku bahas lebih lanjut. Perlu
diketahui dulu ya,, artikel ini dibuat berdasarkan pengamatan dilapangan, jadi
tidak ada niat sama sekali untuk mendiskriminasi. Jadi, misalkan ada
pihak-pihak yang sedikit tersungging. Eh, maksud saya tersinggung. Maap yach,,
maap banget..
Berada di Pesantren membuat seseorang lebih mandiri. Setuju?
Bagaimana tidak?
Yang sebelumnya berada di dalam rumah dengan segala fasilitasnya, kamar mandi
tinggal pakai tanpa perlu antri, kalaupun antri mungkin hanya nunggu bentar,
airnyapun jarang banget kehabisan, tinggal jebar jebur, suegger rasanya, ganti
baju, cabut deh entah kemana. Ingin liat tv? Tinggal nyolokin kabel kehidung, udah beres. Dan
kenyataan itu kini harus berbalik 100 derajat. Hehe, masih ada sisa kok gak sampai 180
derajat.
Sebentar-sebentar, Loh
kok kehidung?
La emang kenapa,terus
kemana enaknya? kan pas dua lobang?
Udah deh serius.
Oke-oke aku serius. Hehe takut,,
maksudku dicolokannya, yang biasanya tertulis
terminal kuningan itu loh. Tahu kan? Emm, ada yang gak tahu ya? Kalo gak tahu,
coba deh cek sekarang juga. Cepeet. Dari pada penasaran lo. (hehe, nggak nggak, nanti aja gak
papa aku gak maksa, selesaikan dulu aja bacanya say) Kenapa juga namanya selalu
terminal kuningan ya? Terminal kan tempat bus berlabuh (kayak kapal aja),
kuningan kan logam kuning, terus filosofinya apa? (mikir dari dulu sampai
sekarang gak kelar-kelar) Ah, jadi ingin bertanya pada pencetusnya.
Hmm, gak penting deh.
Loalah kok malah
ngelantur pembahasannya. Maap yach,, selain itu waktu dirumah kita bisa makan nasi hasil
masakan ibunda tersayang, tanpa repot-repot membeli, gratis bin lezat, (udah
gitu gak bantuin masak lagi, dasar) kayak juragan aja yah kita?
Astaghfirullahal adzim,, jadi keinget ibu disana, Ibu,, maafkan kami. Ya Allah Engkau senantiasa menjaga kesehatannya,
menambah keceriaannya dan dicukupkan rizkinya.
Aamiin..
Nah, ini dia 5 Hal Yang Akan Membuat Anda Merenungkan Makna dibalik Pesantren
Nyuci Sambil Drama
Oya, yang dulu nyucinya masih dicuciin ibunya,
ngaku!
Loh, kamu?
Woo,, gak kasian apa. Hihi
Akan beda lagi ceritanya kalau di Pesantren. Kenapa?
Disana, Kita akan merasakan indahnya berdansa dengan pakaian dan air, sambil
nyanyi-nyanyi dangdut di kamar mandi, mau sholawatan kan gak baik kalo
tempatnya disitu. Hehe, yaudah dangdutan aja, cuci-cuci sambil berdendang, atau
paling tidak pikiran berkelana kemana-kemana, mencari ide mungkin. yang lebih
baik ya tetap berdzikir dalam hati. Biar terlindungi dari setan-setan kamar
mandi.
Kalo udah gitu, gimana? Jadi keinget ibu kan,
yang dulu nyuciin baju kita. Adikku aja yang tahun ini baru mondok, jadi sering
sedih karena inget ibu yang selama ini nyuciin bajunya, hehe baru sadar dia kalo
jasa ibu begitu besar, jadinya nyuci sambil drama deh. Nangis maksudnya.
Tidur Kayak Prangko (Ikan Pindang Katanya)
Yang dulu tidur di kamar sendiri, kini harus
berbagi dengan yang lain, 3x5 meter bisa di buat 10 orang bahkan 15 orang. Wih,,
keren bukan? Semuanya dengan satu tujuan. Tholabul Ilmi (mencari ilmu).
Karena berdempetan, akhinya kita pinter
memanagement tempat agar cukup, dengan cara itu kita telah belajar bagaimana
itu peduli, semuanya diatur agar mendapatkan tempat untuk istirahat.
Mandi (antri dulu donk)
Waktu dirumah, biasanya mandi tak kenal waktu, bisa
kapan saja mau. Sedang di Pesantren ada batasan-batasan tertentu, seperti tidak
boleh mandi waktu kegiatan, dll. Belum lagi, waktu antri, nungguin temen sampai
rasanya mau kencing berdiri, apalagi antri BAB, Masyaallah,, Kuasa Allah yang tidak
mengeluarkan sesuatu di tempat yang bukan sewajarnya. Hii..
Bersyukur sekali masih ada air, kalo tidak? Bisa
berceceran tuh BAB, yek,,
Jadi tahu kan bagaimana pentingnya air dan
kamar mandi yang waktu dirumah gak ngefek apa-apa untuk kesadaran. Kini, setelah
berada di pesantren baru sadar deh, betapa pentingnya air, betapa pentingnya
berbagi, siapa coba yang memberikan semua kenikmatan itu? Ya Allah Yang Maha
Esa lah. Maha Pengasih dan penyayang segalanya.
Bangun Sebelum Shubuh atau waktu Shubuh
Yang sebelumnya malah mengencangkan selimut
waktu adzan Shubuh siapa ya? Hayo,,
Tidur disaat-saat itu memang terasa nikmat,
apalagi pas udara dingin, hmm, merasakan mimpi melayang-layang bersama di so’i.
cie,, yang punya do’i.
Kalau di pesantren? waktu adzan udah
dibangunin, terburu-buru ke kamar mandi biar dapat antrian, beruntung bagi yang
udah bangun sebelum shubuh, nah yang gak terbiasa bangun sebelum shubuh, jadi
mati gaya tuh, cari antrian sana-sini. Kalo pas panjang antriannya? bisa kena hokum mbak pengurus gara-gara
ketinggalan jama’ah. Apes-apes. Tapi jadi disiplin kan? Kita gak bakalan
males-malesan mbenerin selimut kayak waktu di rumah kan? Yaiyalah, serba
aturan.
Ya, begitulah, pesantren adalah tempat
mendidik, namanya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jadi belajar
disiplin waktu.
Pendidikan Keagamaan (For Life)
Hidup tanpa agama, bagai raga tanpa nyawa,
waduh mati donk. Ia, gak ada gunanya, gak punya pegangan dan tujuan. Nah,
pesantren. Inilah mutiara yang tidak bisa ditemukan dimanapun. Di pesantren,
kita berhadapan langsung dengan sosok teladan yang sering kita sebut Kyai,
beliau tak hentinya menyirami nasehat-nasehat bermakna dan menyalurkan ilmu pada
santri-santrinya. Untaian tuturnya seakan mampu menentramkan dan menyetrum bagi
yang mendengarnya.
Dalam pendidikan agamalah segala hal di atur,
bahkan hal-hal yang sangat super sensitive terangkum didalamnya, contoh:
pembahasan najis, bersuci, cara wudhu’, mandi, haid, hubungan pasutri, akhlak
dengan tetangga, dll. Mau dari mana lagi coba, kita dapat pelajaran yang sangat
penting itu kalau bukan dari pesantren yang menyediakan berbagai fasilitas ilmu
agama.
Hmm, baru tahu kan? Kalo Pesantren keren
banget? Yaiya donk. Hehe, percaya yang anak pesantren. Gimana? Masih gak mau
milih pesantren? atau yang udah nyantri, masih gak kerasan aja? Hmm, syukuri
apa yang ada ya. Kayak lagunya d’masiv, insyaallah hasilnya juga manis kok.

0 komentar