Di sudut yang tak terjamah
beralun mengikuti irama simponi
Aku bersaksi
fatamorgana dan kebisuan membumbung menghalau rasa letih
Hampir seperempat abad
ku pijak kaki di dunia akibat buah khuldi
Sejurus,
aku menatap sendu
malam yang bisu berisyarat merdu,
Memintaku bersimpuh menghirup aroma tanah yang nampak berlalu
Ya Robbil Izzati,
aku ingin meluruh bersama rinai air mata yang tak mampu menebus murkaMu,
Kealpaan, bagai angka merah menghujani badanku dengan darah
Sudah 23 kali kulalui bulan suci RhomadanMu.
Takdir berlabuh, menusuk kebisuan, kekhilafan, kekurangan, bagai duri berpeluh.
Aku terkulai, mengharap tangan malaikat menggapai tanganku
Cahaya putih yang begitu penat ku rindu
Begitu dalam ku sesapi air mata meredam jiwa,
Impianku Ya Robb, bersandar dalam baitMu,
Merasuki segala kemurnian yang meleburkan noda-noda
Di penantian penuh harap yang senantiasa ku terka

0 komentar