Untukmu, Masa Lalu Calon Imamku

Untukmu, Masa Lalu Calon Imamku

Untukmu, Masa Lalu Calon Imamku
Bila ada kesempatan dan Allah mengizinkan, aku ingin bertemu denganmu, menyapamu ringan berhias senyuman, seperti kala itu, saat aku menghampiri dan mengajakmu untuk bersalaman cipika cipiki. Tidakkah kau lihat keikhlasanku? Tak sedikitpun tersirat rasa cemburu.

Aku ingin menjumpaimu untuk menyampaikan suara hati yang ku siarkan kala itu. Tahukah kau? Sejak dulu aku sudah memberi restu, ikhlas dan mendukung hubunganmu dengannya, tak ada sedikitpun rasa keberatan yang terselip. Melihat kalian bahagia, serasi dan romantis semakin meyakinkan diriku bahwa kalian adalah pasangan yang berbunga-bunga, cinta yang terlihat indah. Aku melihatnya tidak sekedar aksara, namun juga visual, terbukti dengan foto yang telah bersaksi.

2014 kita berteman, saat hubunganmu dengannya sudah berjalan bertahun-tahun, ada keterpautan yang ku rasa, aku rasa kau orang begitu baik, sehingga aku merasa nyaman saat berkomunikasi denganmu meski hanya sejenak melalui media sosial.

Sekali lagi sedikitpun tak terbersit rasa cemburu, andaikan mungkin malah aku ingin kenal lebih dalam dan bersahabat denganmu. Selebihnya, aku tak  tahu menahu tentang hubungan kalian, karena akupun fokus dengan orang lain yang berniat serius padaku.

Waktu berlalu, aku heran saat dia menghubungiku kembali. Ada apa gerangan? Ku kira, ia akan mengabarkan tentang hari pernikahannya denganmu, namun dugaanku salah, dari komunikasinya seperti ada sesuatu yang terjadi diantara kalian, terbukti saat aku membahas betapa serasinya kalian, ia malah menghindar. Terlebih setelah ia tahu, aku masih berstatus kekasih orang. Ia hilang kembali.

Ada yang salah?? Apa peduliku, sedikitpun aku tak ingin tahu kabar kalian.

Waktu berlalu, cincin emas telah melingkar di jari manisku, seseorang telah mengikat dan ingin bersanding denganku di pelaminan. Namun siapa sangka jika takdir berkata lain, walau berada di puncak, saat jodoh tidak memihak, aku dan tunanganku harus mengakhiri hubungan demi kebaikan bersama. Ada rasa percaya dan tak percaya. Sejenak, aku ingin sendiri.  

Dan tahukah? Selang satu hari setelah itu ia mendadak datang menawarkan kasih, karena postingan tentang status singleku. Keadaanku masih terhempas oleh takdir. Responku dingin, begitu dingin, bahkan secara halus menolak ia mendekatiku. Hatiku masih dibalut pertanyaan.  Apa tidak salah? Kenapa harus aku? Bukankah dulu orang tuanya tak menyetujui karena daerahku yang terlalu jauh? Pula, masih banyak gadis yang lain. Aku tak habis pikir, namun tanpa sengaja Kedatangannya menyuarakan, jika ia sudah tak lagi bersamamu. Ada apa gerangan? Ku ingatkan kembali, bukankah kalian begitu serasi?

Rupanya ia tak datang sendiri, ada seorang kakak yang menegaskan keseriusannya padaku, sebelum sempat menjawab, bayangan tentang kebersamaan kalian kembali melanda, membuatku berfikir untuk menepis niat baiknya secara perlahan.

Namun, hatiku kembali bertarung, aku tak tahu rencana Allah, siapa adam yang Allah persiapkan untukku, tak baik rasanya jika mula-mula aku menolak seseorang yang berniat serius, meski masih mengganjal karena bayang visual yang tak bisa ku hilangkan.

Pikiranku buntu. Tak ada jalan lain, aku mempunyai orang tua dan guru. Melalui mereka ia menyatakan keseriusannya padaku. Disitulah, hatiku meluluh saat orang tua dan murobbi ruhina memberikan stempel setuju. Cair sudah es yang baru kamarin masih membeku, keikhlasan dan doa telah menyerbu untuk membuka mataku agar menerima dan mengiklaskan masa lalunya, karena akupun punya masa lalu.

Andaikan mungkin, aku senang jika ia bersamamu. Namun, ia bilang ada suatu hal yang tak memungkinkan dirinya untuk melanjutkan hubungan denganmu.

Kini aku menerimanya, karena Allah telah meluluhkan hatiku melalui anggukan orang tua dan guru.

Maafkan, jika kehadiran kami membuat tidak nyaman. Aku telah memasrahkan semua ini pada takdirNya. Terimakasih, semoga Allah mempertemukanmu dengan jodoh yang baik. Aamiin..

Salam persahabatan dariku.

12 komentar

3/26/2017

Ow soswit, puitis banget

Reply
avatar
3/27/2017

hehehe. makasih :)

Reply
avatar
3/27/2017

nice artikel mbak semoga cepat bertemu imamnya

Reply
avatar
3/29/2017

aamiin.. makasih :)

Reply
avatar
3/30/2017

nyentuh hati banget ceritanya (y)

Reply
avatar
3/30/2017

Nice artikel. Sangat bermanfaat :)

Reply
avatar
3/30/2017

benarkah?? makasih gan :)

Reply
avatar
3/30/2017

matur nuhun.. :)

Reply
avatar
3/30/2017

Nice artikelnya 👍🏿 bagus kak . Lanjutkan .

Reply
avatar
4/01/2017

oke. maksih.. :)

Reply
avatar
5/28/2017

widii mba warda ngbloh jugaa wkwkkwk . keren blog nya nih. . ada iklannya juga.. kereen . . bang son kaji yang buatin yaa ? aku malik mb. . aku juga punya blog . ini feedsia.com. mampir mb :)

Reply
avatar
5/30/2017

hahaha. iya malik dibuatkan bang sonhaji, gman kabarnya?? di jember ya?? :)

Reply
avatar


View MoreHOTTEST ARTICLES