Bila ada kesempatan dan Allah
mengizinkan, aku ingin bertemu denganmu, menyapamu ringan berhias senyuman,
seperti kala itu, saat aku menghampiri dan mengajakmu untuk bersalaman cipika
cipiki. Tidakkah kau lihat keikhlasanku? Tak sedikitpun tersirat rasa cemburu.
Aku ingin menjumpaimu untuk menyampaikan
suara hati yang ku siarkan kala itu. Tahukah kau? Sejak dulu aku sudah memberi
restu, ikhlas dan mendukung hubunganmu dengannya, tak ada sedikitpun rasa
keberatan yang terselip. Melihat kalian bahagia, serasi dan romantis semakin
meyakinkan diriku bahwa kalian adalah pasangan yang berbunga-bunga, cinta yang terlihat
indah. Aku melihatnya tidak sekedar aksara, namun juga visual, terbukti dengan
foto yang telah bersaksi.
2014 kita berteman, saat
hubunganmu dengannya sudah berjalan bertahun-tahun, ada keterpautan yang ku
rasa, aku rasa kau orang begitu baik, sehingga aku merasa nyaman saat
berkomunikasi denganmu meski hanya sejenak melalui media sosial.
Sekali lagi sedikitpun tak terbersit
rasa cemburu, andaikan mungkin malah aku ingin kenal lebih dalam dan bersahabat
denganmu. Selebihnya, aku tak tahu
menahu tentang hubungan kalian, karena akupun fokus dengan orang lain yang
berniat serius padaku.
Waktu berlalu, aku heran saat dia
menghubungiku kembali. Ada apa gerangan? Ku kira, ia akan mengabarkan tentang
hari pernikahannya denganmu, namun dugaanku salah, dari komunikasinya seperti
ada sesuatu yang terjadi diantara kalian, terbukti saat aku membahas betapa
serasinya kalian, ia malah menghindar. Terlebih setelah ia tahu, aku masih
berstatus kekasih orang. Ia hilang kembali.
Ada yang salah?? Apa peduliku,
sedikitpun aku tak ingin tahu kabar kalian.
Waktu berlalu, cincin emas telah
melingkar di jari manisku, seseorang telah mengikat dan ingin bersanding
denganku di pelaminan. Namun siapa sangka jika takdir berkata lain, walau
berada di puncak, saat jodoh tidak memihak, aku dan tunanganku harus mengakhiri
hubungan demi kebaikan bersama. Ada rasa percaya dan tak percaya. Sejenak, aku ingin
sendiri.
Dan tahukah? Selang satu hari
setelah itu ia mendadak datang menawarkan kasih, karena postingan tentang
status singleku. Keadaanku masih terhempas oleh takdir. Responku dingin, begitu
dingin, bahkan secara halus menolak ia mendekatiku. Hatiku masih dibalut
pertanyaan. Apa tidak salah? Kenapa harus
aku? Bukankah dulu orang tuanya tak menyetujui karena daerahku yang terlalu
jauh? Pula, masih banyak gadis yang lain. Aku tak habis pikir, namun tanpa
sengaja Kedatangannya menyuarakan, jika ia sudah tak lagi bersamamu. Ada apa
gerangan? Ku ingatkan kembali, bukankah kalian begitu serasi?
Rupanya ia tak datang sendiri,
ada seorang kakak yang menegaskan keseriusannya padaku, sebelum sempat
menjawab, bayangan tentang kebersamaan kalian kembali melanda, membuatku
berfikir untuk menepis niat baiknya secara perlahan.
Namun, hatiku kembali bertarung, aku tak tahu
rencana Allah, siapa adam yang Allah persiapkan untukku, tak baik rasanya jika
mula-mula aku menolak seseorang yang berniat serius, meski masih mengganjal
karena bayang visual yang tak bisa ku hilangkan.
Pikiranku buntu. Tak ada jalan
lain, aku mempunyai orang tua dan guru. Melalui mereka ia menyatakan
keseriusannya padaku. Disitulah, hatiku meluluh saat orang tua dan murobbi
ruhina memberikan stempel setuju. Cair sudah es yang baru kamarin masih
membeku, keikhlasan dan doa telah menyerbu untuk membuka mataku agar menerima
dan mengiklaskan masa lalunya, karena akupun punya masa lalu.
Andaikan mungkin,
aku senang jika ia bersamamu. Namun, ia bilang ada suatu hal yang tak memungkinkan dirinya untuk melanjutkan hubungan denganmu.
Kini aku
menerimanya, karena Allah telah meluluhkan hatiku melalui anggukan orang tua
dan guru.
Maafkan, jika
kehadiran kami membuat tidak nyaman. Aku telah memasrahkan semua ini pada
takdirNya. Terimakasih, semoga Allah mempertemukanmu dengan jodoh yang baik.
Aamiin..
Salam
persahabatan dariku.

12 komentar
Ow soswit, puitis banget
Replyhehehe. makasih :)
Replynice artikel mbak semoga cepat bertemu imamnya
Replyaamiin.. makasih :)
Replynyentuh hati banget ceritanya (y)
ReplyNice artikel. Sangat bermanfaat :)
Replybenarkah?? makasih gan :)
Replymatur nuhun.. :)
ReplyNice artikelnya 👍🏿 bagus kak . Lanjutkan .
Replyoke. maksih.. :)
Replywidii mba warda ngbloh jugaa wkwkkwk . keren blog nya nih. . ada iklannya juga.. kereen . . bang son kaji yang buatin yaa ? aku malik mb. . aku juga punya blog . ini feedsia.com. mampir mb :)
Replyhahaha. iya malik dibuatkan bang sonhaji, gman kabarnya?? di jember ya?? :)
Reply