Akhirnya Kau Pergi, Waktu Telah Mengalahkanku

Akhirnya Kau Pergi, Waktu Telah Mengalahkanku


Kau Pergi Tanpa Nada 
 
Akhirnya Kau Pergi, Waktu Telah Mengalahkanku
Tak ku sangka, ternyata rasa percaya diri yang selama ini ku tanam, melesat dari praduga, aku terlalu tenang dan tak memikirkan segala kemungkinan, wajarlah jika tiba-tiba ia menghilang, tanpa sedikitpun isyarat. Sebelumnya ku rasa semua baik-baik saja, memang kita tetap baik-baik saja, dengan sebuah satir yang mula-mula membentang, menghentikan harapanku untuk menggapainya. Terhenyak, tentu saja, kecewa, tentu saja, tapi aku tak ingin berlama-lama, aku ingin segera terbangun dari mimpi buruk ini, menopang segala sendi yang tiba-tiba lunglai karena kabar angin itu tak sekedar hembusan, ia dengan sadar menerpa tubuhku hingga terhempas jauh. Aku akan pergi dengan segala harapan yang kandas. Sampai saat ini, aku tak pernah mengerti apa artinya memiliki, karena nyali ini memang tak jua hadir, kehadiranmu adalah sebuah pelajaran berharga atas ketidaksigapanku hingga membuatmu menghilang pergi.

Tak pernah sekalipun kita mengadakan perjumpaan, ketidaksengajaan itupun mampu dihitung jari, namun  begitulah, kita yang seperti anak abg, sekedar untuk menyapa mengangkat wajah saja serasa tak mampu, berat dan tak mudah. Kita saling memaklumi, bukankah rasa yang berdebar itu sudah mewakilinya? Meski tiada tatapan dan suara untuk menyapa, namun ketidaksengajaan berjumpa tanpa melepaskan penglihatan itu sudah begitu berharga.

Itulah yang ku ingat, tiada kenangan yang sengaja kita rajut, kita hadir bagai bunga yang baru mekar, mampu mengagumi dari kejauhan. Kau dan aku berada di simpang jalan, saat sebuah takdir merenggut keindahanmu, aku hanya bisa menatap tanpa berbuat, menatap dengan rasa sendu atas kepergian yang tanpa nada, selamat tinggal bunga, semoga engkau semakin mekar dengan berada disisinya, seseorang yang ku harap selalu mengahadirkan senyumanmu, aku takkan pernah mengatakan apa yang selama ini ku rasa, biarlah nurani itu yang menggetarkannya. Semoga kau bahagia, sampai kapanpun aku takkan pernah menepis kehadiranmu yang pernah menaburkan gula harapan dihatiku. Terimakasih Bunga. 


0 komentar


View MoreHOTTEST ARTICLES