Baca dan Bersiaplah Untuk Move On 2

Baca dan Bersiaplah Untuk Move On 2

Baca dan Bersiaplah Untuk Move On 2

Ada apa gerangan? Udara sejuk begitu halus mengusik, berbisik tentang mendung yang tiba-tiba menghampiri, tanpa sebab yang pasti hatiku terasa suram, tak ada apapun, namun seperti sebuah isyarat yang tak pernah ku mengerti, perasaan itu, ingin mengungkapkan sesuatu yang tertahan, ya, ada sesuatu yang mengganjal, tapi apa itu? Aku tak bisa memaksa. Aku belum mengerti. Hanya berlabuh sebuah harapan, semoga tak ada hal buruk.

Sebenarnya, isyarat itu sudah hadir. Beberapa kali. Ada sesuatu.

Tak lama, begitu singkat, sebuah ucapan ringan meluncur, membahasakan keputusan besar tentang komitmen yang tak bisa dilanjutkan. Kita, harus berakhir disini, dengan terpaksa. Ada sebuah alasan. Dan hati nuraniku, tak sanggup menerima alasan apapun, antara terkejut, sedih, luka yang tak mengerti datang tanpa permisi. Ya ini dia, luka yang tak tampak namun begitu mudahnya meremukkan perasaan. Tak usah ditanya, air matapun serasa tak sanggup untuk membahasakannya, sembab dan sesak yang terasa berdebum bagai gemuruh guntur yang berkali-kali memekakkan telinga, sirna sudah harapan, hilang sudah impian bersama, semua tinggal cerita. Aku menatap jenuh terhadap hidup, pekat dan aku hanya ingin tenggelam di dasar bumi.
 
Aku mulai menyusuri jalan dengan rasa ragu, seraya mendengarkan bisikan-bisikan batin yang mengiang dalam angan. Apakah hatiku akan tetap bahagia ataukah sebaliknya? Sambil melangkah ku tata kekuatan, meski terkesan rapuh, namun takan ku biarkan peristiwa kala itu mematahkan semangat hidup. Angin berhembus membiaskan harapan, meski tiada seseorang lagi disisi, namun ku ungkap rasa syukur atas segala hal yang telah Ia limpahkan, betapa nikmatnya merasakan udara yang begitu ajaib dan berharga, menatap cakrawala dengan anugerah penglihatan dariNya, mendengarkan senandung-senandng nyanyian alam berkat kemurahanNya, masih pantaskah jiwa meronta karena masalah cinta yang tak tercapai. Bukankah masih banyak kenikmatan yang tak sempat kita syukuri?


Ku melangkah dengan gontai, ada sesuatu yang berkecamuk dalam fikiran, hari ini ku coba menenangkan diri, seperti hari-hari kemarin saat jiwaku lemah menghadapi kenyataan cinta, menyambut hidup dengan warna baru dan lembaran baru. Ku saksikan sendiri kisah hidup yang selama ini terangkai. Begitulah, ada tawa dan tangis, ada tentram, keluh kesah, gelisah, melankolis, kehamonisan, konflik dsb. Tak kuasa ku tatap manusia yang bergemuruh, berbincang riang bersama kawan mereka, begitu senangnya merasakan nikmat komunikasi, seraya melepaskan segala beban. Dan kini, aku merasa sepi. Oh tidak, ku tak merasa sepi, walau cinta sang adam tak lagi disisi, namun ku halau diri, mencari sebuah arti tentang kehidupan dan hakikatnya yang penuh misteri, kebahagiaan masih terus menanti bahkan hadir disisi. Bukankah Allah menciptakan semua ini untuk pembelajaran, dan ia yang pernah hadir menemani adalah sebuah pelajaran berharga yang patut disyukuri. Allah meminjamkan jodoh orang lain untuk memberikan pelajaran berharga, Bukankah Ia menciptakan makhluknya untuk berpasang-pasangan? Dan pasanganku yang sebenarnya tentu saja sudah tersedia disana. Entah siapa, semoga Allah memberikan pasangan yang mampu mengantarkan kita ke tangga syuhada untuk meraih surgaNya, karena sebenarnya itulah sejatinya kebahagiaan yang hakiki. Aamiin..

0 komentar


View MoreHOTTEST ARTICLES