Sobat, kali ini mungkin postinganku akan sedikit berbeda dari hari kemarin. Ya maklumlah, karena pada dasarnya apa yang aku tuliskan adalah menyentil para kaum hawa dan meminta persetujuannya. Jadi bahasanya agak keren dikit. Biar komunikatif lah, maklum sekalian modus cari yang senasib. Hahaha. Uppss.. (Keceplosan)
Oya, yang saat ini menjalin hubungan dengan seorang adam mohon acungkan tangan kanan. Kamu? Kamu? Kamu? (mata membelalak heran) Eh, ternyata kamu juga? (mata tambah besar) Haha gak nyangka. Ya, bagus-bagus, banyak ternyata. Oke, tangannya bisa diturunkan kembali. Kalo yang LDR? Tolong dua-duanya, tangan kanan dan tangan kirinya ngacung. Hahaha.
Ya, sudah-sudah turunkan. Kasian teman di pinggirnya (maaf, yang tersindir, hehe) Terimakasih sahabat sudah mengacungkan tangan, itu tandanya kamu akan menyimak apa yang akan saya sampaikan pada babak kali ini. Mewakili perasaan seorang wanita.
Sebelumnya aku ingin bertanya lagi. Sudah berapa tahun kamu menjalin hubungan dengannya? Satu, dua, tiga atau empat tahun? Emm, untuk yang satu tahun ke bawah sembunyi dulu ya,, sstt,, ini fokus sama yang usianya sudah tua-tua, maksudnya usia hubungan yang udah dua tahun ke atas, LDR lagi. Hehe, gak kok bercanda. Siapa aja boleh, termasuk kamu. Iya, kamu,, yang pakai rok tapi berkelamin laki-laki. Hahaha, Uupss, gak kok, guyon-guyon, barangkali emang ada, gak papa kok yang satu tahun kebawah juga nimbrung.
Sobat, pernah tidak, kalian merasakan perubahan-perubahan darinya, maksudnya tentang hubungan kalian bersamanya? Masih ingat bukan? bagaimana perubahan-perubahan hubungan dari awal hingga sekarang. Kalo iya. Coba sebutkan. Aku dulu ya,, versiku “Dulu dan Sekarang”
Dulu, kalimat-kalimat Gombal, Romantis sering ia layangkan melalui sms. Sekarang Mah,, Jangankan kalimat romantis yang ada malah sering berantem.
“kasih, entah mengapa fikiran ini selalu terusik oleh bayangmu, aku merasa bersalah padaNya, karena kehadiranmu begitu menyita perhatianku,,”
“kasih,, sampai kapankah ku tanggung beban rindu yang tak bermuara ini, wajahmu yang indah begitu manis menghiasi hari-hariku, kau begitu cantik, kau adalah bagai bidadari surga”
“lambaian kerudung yang engkau kenakan begitu pas dengan rona wajahmu yang ranum, aku memperhatikan langkahmu dari kejauhan, Ya Allah,, betapa bersyukurnya hati ini, Kau anugerahkan hamba kekasih idaman, Insyaallah indah luar dan dalam”
Haduh, jadi baper ya,, berasa ingin kembali ke masa lalu waktu kalimat-kalimat manis menghiasi hari-hari kita.
Coba liat yang sekarang.
Yang cewek sms “Bila aku marah, buatlah aku ridho, bila kau marah aku akan membuatmu ridho kembali, kalau tidak demikian betapa cepatnya kita akan berpisah”
Si cowok membalas.
“maksud kamu apa? Aku nyambung kamu sepertinya ingin berpisah denganku, apa benar begitu? Pesan kamu ambigu”
Si cewek ngelus dada kecewa sambil bergumam “ya Allah,, padahal niatku baik, aku hanya ingin menegaskan padanya bahwa kita bisa langgeng karena saling meridhoi saat salah satu pasangan marah, eh malah disangka ingin berpisah, huffh,,”
Dulu jarang banget bilang sibuk, bahkan hampir gak pernah, sekarang? Bawaannya nyibukin diri terus.
“kok kedengeren suara air?” si cewek lagi nanya waktu telponan.
“ia, ini aku sambil BAB, hehehe”
“Yek,, kok bisa sih,, kamu gak bilang kalo lagi BAB kan bisa pamit dulu, ”
“gak usah deh, aku kan telponan sama kekasihku, sayang banget mau ku tinggal, walau sebentar, hehehe”
“ah, bisa aja kamu..” (si cewek senyum-senyum sendiri, rasanya membumbung tinggi, bangga karena sampai dibela-belain segitunya, gak sadar disana ada sesuatu yang bunyinya cemplung-cemplung) hahaha.
Itu dulu. Sekarang?
Waktu yang cewek misscall karena belum dihubungi sama sekali sekali selama 1380 menit. Ada jawaban pesan dari sana.
“Ada apa? Maaf, ini masih repot..”
Melihat jawaban itu si cewek langsung terkulai lemas, menahan lapar, lapar kasih sayang dan perhatian maksudnya. Haduh,, nyessek banget gak sih,, (si cewek langsung jatuh tertidur di bantal, berurai air mata sambil dendangin lagu agnes monica yang judulnya “teruskanlah” berasa mewakili perasaan soalnya,, salah apa coba)
Dulu kalo ngeluh ke cowoknya, langsung disiram pakai air es, nyess,, rasanya langsung adem ayem, kalo sekarang?
“kenapa sih, dia sikapnya seperti itu ke aku, padahal aku selalu bersikap baik padanya, tapi kenapa ia judes banget, dan kayak memanfaatkan aku gitu, jadi aku harus gimana?” (ceritanya si cewek lagi curhat)
Berasa jadi supermen kali ye,, si cowok yang merasa begitu di butuhkan langsung pasang ancang-ancang.
“sudahlah, tidak perlu dimasukkan ke hati sayang,, dia memang seperti itu, liat saja, sikapnya pasti tidak disukai orang lain, kamu tidak perlu memikirkan hal itu, kan ada aku kekasihmu yang akan menemani dalam suka dan duka, yang penting kita tetap saling mendukung dan damai ” kemudian si cowok melanjutkannya dengan cerita bla bla bla, sampai mengalihkan perhatian si cewek dari masalahnya.
Sekarang?
“aku jenuh, laper, sendirian,, ” si cewek lagi mengeluh pada kekasihnya, berharap dapat motivasi atau dukungan melalui pesan singkat yang ia kirimkan.
“setelah aku fikir-fikir, sebaiknya kamu berhenti saja dari pekerjaanmu” yang cowok tiba-tiba nyeleyuk demikian.
Jelas, si cewek kaget bukan main, tapi ia masih ingin mendengarkan penjelasan dari kekasihnya, siapa tahu dia punya alasan bilang begitu.
“kenapa?” tanya si cewek penasaran tingkat dewa.
“dari pada mengeluh kayak gitu, masih banyak orang-orang di bawah kita yang lebih sengsara, kita enak kerja di depan komputer, nah mereka yang berada di jalan-jalan, apa gak lebih susah?”
Dieng. Si cewek langsung lemes seketika, gak nyangka pikiran si cowok akan sejauh itu, padahal niatnya hanya caper, ingin di sms atau dapat pesan penyemangat diri. Betul, nasehatnya bagus sich,, tapi terlalu serius dan tinggi menjulang, langsung nyess, nancep ke dalam, ke tempat yang bukan seharusnya. Pada akhirnya? marahan deh.
Dulu, sering banget telpun, sekarang? Sms aja jarang.
“pulsa kamu gak abis, kita telpunan udah tiga jam lo,,?” tanya si cewek
“gak, kok.. apalah artinya uang segitu, kebahagiaan yang kita dapatkan dari berkomunikasi lebih besar nilainya dari pada nilai pulsa seribu dua ribu”ungkap si cowok dengan hati yang ringan, sepertinya tulus banget.
Si cewek tersenyum bangga, manis sekali, ia benar-benar merasa dunia milik berdua.
Sekarang?
“kita sms waktu malam aja ya,,” si cowok memberikan keputusan.
“oke” tanpa bertanya si cewek langsung mengiyakan, ia percaya kalau si cowok pasti sedang menyibukkan diri dengan hal-hal positif.
Waktu ada kesempatan telpun.
“kamu lagi ngapain?” tanya si cewek yang berasa berabad-abad gak di telpun. Bawaannya jadi baper pingin nangis waktu ada kesempatan komunikasi.
“ini lagi liat COC”
COC kok liat? Batin si cewek, ia sadar, dirinya memang kurang tahu masalah Game, untuk yang ini kebetulan pernah dengar. Langsung nyambung deh, kalo berasa sedikit di kelabui.
“COC? Bukannya dimainkan? Kok diliat?” sentil si cewek, ia sedikit ngenes (mbok pikir gak ngerti be’e)
“loh kok tahu?”
“ya tahulah,, ” ungkap si cewek sedikit menahan sedih, udah gak pernah di hubungi malah di tinggal main COC. Batinnya pilu.
Huffh,, udah dulu ya,, dariku empat item itu dulu aja, sebenarnya masih banyak, tapi mungkin lain kali. Oya, yang juga punya opsi, silahkan berbagi.
Tidak semuanya sih kisahnya demikian, tapi kita tanggapi positif aja ya, yang seperti itu mungkin karena sudah kuatnya kepercayaan, jadi gak khawatir pasangannya macem-macem meski digini-gitukan. Atau barangkali lagi ada rahasia dari si cowok, perhatiaannya di simpen untuk hari nanti kalo udah syah, kan berasa lebih indah. Yang kuat ya cewek, insyaallah apa yang kau rasakan akan memperoleh balasan indah pada waktunya. Aamiin..
Semangat Ladies :)

0 komentar