Baca dan Bersiaplah Untuk Move On 1

Baca dan Bersiaplah Untuk Move On 1




Baca dan Bersiaplah Untuk Move On 1

Pernahkah di perjalan hidup ini, engkau merasakan harapan mendalammu dihantam oleh kenyataan yang tak sejalan? 

Tentu saja yang ku maksud ini masih masalah cinta. 

Cinta? Kenapa harus cinta? Lagi-lagi cinta, cinta dan cinta.

Mungkin akan sedikit hiperbola untuk ia yang selalu berfikir rasional dan bermain logika, seperti sebuah permainan dunia yang dipandang sebelah mata, atau bahkan dianggap tak terlalu berguna, lebih-lebih bagi yang mengukur segala hal dengan materi semata, bisa saja ia tak mengerti bagaimanakah tolak ukur rasa suka sebenarnya? Namanya juga praduga. 

Namun tentu tidak untuk ia yang mendengarkan kehalusan perasaan, bahwa ada sesuatu tak terjamah disana, tentang sesuatu yang takkan pernah ada habisnya, takkan pernah hilang sampai akhir masa. Ya, itulah cinta, berbagai macam devinisi tak habis tentangnya, bahkan serasa senantiasa kurang dalam penguraiannya. Sebisanya, aku akan mengulas tentang hal yang begulung dalam masalah cinta, ya, cinta yang kali ini tak selalu mulus dan sesuai harapan. Simaklah, aku akan membahasakan perasaan saat cinta tak bersambut. Mewakili siapapun yang pernah merasakan sakit yang sama. 

Bersyukurlah, kalian yang merasakan gayung bersambut, saat cinta berlabuh dan ia yang kau taksir, mengulurkan tangan untuk menyambut perasaan yang saling bertaut.
Indah bukan? 

karena satu kepuasan dan rasa lega tanpa sadar merebak di jiwa seperti taman bunga di musim semi yang indah tak terbahasakan. Bagai buah yang mulai ranum dan ingin segera disantap. Tiada hambatan, atau halangan yang berarti saat suka bertemu suka merapat tanpa harus bersusah payah dan mengorbankan hal-hal lain. Hari-hari menjadi penuh senyum dan kebahagiaan, semangat muncul beriring dengan buih-buih rasa yang tak bisa diartikan, hidup serasa semakin berarti dan sempurna karena rasa dahaga yang sebelumnya melanda sudah sirna oleh kehadiran seseorang yang mengisi relung jiwa. Indahnya, serasa dunia milik berdua.

Bersyukurlah, hanya itu yang perlu ku tegaskan, karena selanjutnya, kalian hanya perlu mempertahankan, saling menjaga kepercayaan dan rasa. Satu babak kemenangan telah kalian dapatkan. Sebelum melangkah pada babak-babak perjalanan sebuah hubungan selanjutnya.

Kini, aku ingin berbagi, saat puluhan puisi telah terangkai untuk mengutarakan rasa, saat kertas putih menjadi lampiasan tinta yang meliuk-liuk membentuk untaian aksara, saat hati menanam sebuah benih harapan mendalam tentang sosok yang terdamba, yang diharapkan melabuhkan kasih dan simpatinya, saat waktu demi waktu menjadi saksi bisu pertumbuhan rasa yang semakin manis dan mengakar dalam sukma, tanpa harus bersuara dan tiba-tiba saja, sebuah keadaan menjawab, keadaan yang tak disengaja, keadaan yang berhasil menjawab segala yang telah kita rasa. Harapan itu memperoleh jawaban dengan jelas bahwa segalanya akan sia-sia belaka. Karena ternyata ia sebaliknya, tak memiliki rasa yang sama, malah menaruh perasaan pada orang lain yang ternyata ada disekitar kita. Lebih-lebih dekat dengan kita. 

MasyaAllah, bagaimana patahnya? Perlahan tapi pasti, seperti ada jarum kecil yang menusuk ulu-ulu, meremukkan segala penjuru di hati, mengaburkan pandangan dan menggelapkan harapan. Hidup serasa lunglai dan tak berdaya, air mata hadir membahasakan luka yang berasal dari dalam dada, tak mampu tertahan dan merebak dengan sendirinya, seakan mengalahkan derasnya air terjun yang bermuara. Sesak dan melelahkan jiwa. 

Setelah sekian waktu menguasai emosi, kehancuran yang terasa akan menjadi pacuan untuk tetap bertahan memperjuangkan potensi yang ada, saat perasaan menguasai seakan dunia dalam pandangan menjadi runtuh dan tiada artinya, namun realita kembali memanggil, sebuah harapan yang takkan pernah padam kembali muncul, biskan lembut sang hikmah menyadarkan diri, bahwa segala hal yang terjadi pasti memiliki makna tersembunyi, bahwa ada banyak misteri yang sedang Allah persiapkan untuk kita menopang dan membangun diri. 

Setidaknya itulah rasa yang dengan segala upaya ku sampaikan.
Tak ada salahnya dengan rasa, tak ada salahnya menaruh sebuah harapan untuk pendamping disana, namun manusia yang hanya mampu menatap, takkan mampu merubah perasaan mahluk ciptaanNya. Karena hanya Ia dzat yang membolak balikkan perasaan hati. Kiranya, jika ia yang kita harapkan ternyata berpaling. Tak perlulah mencela atau bahkan menggugat tentang takdir suratan, karena segala hal syarat dengan makna yang tersirat, ada misteri dibalik misteri. Bahwa segala hal akan tetap berjalan sebagaimana mestinya untuk melanjutkan hidup yang fana dan sementara, bahwa Allah akan menghadiahkan kabahagiaan bagi seorang hamba yang pandai bersyukur dan tak berputus asa. 

Salam, Move On Selalu 







0 komentar


View MoreHOTTEST ARTICLES