Banyak kata yang tak
sempat terurai, terlewat begitu saja bagai kapas yang dihembuskan bayu.
Ya, saya
tahu sudah sejak lama saya berteman dengan aksara, dan beberapa dekade
waktu, saya memilih diam, menyimpannya dalam hati atau sekedar
menggumamkannya
perlahan. Bahkan tak jarang air mata juga menjadi pelampiasan.
Sebenarnya banyak yang ingin saya katakan, sebab begitu
banyaknya hingga kebingungan menyergapku beku. Ah, semua ini, semuanya memang
lebih nyaman terhempas, entah dengan kata atau apapun itu.
Oh iya, kali ini saya rindu membahas tentang cinta, yang
sedari dulu selalu berkuasa mengaduk-aduk perasaan dan berpengaruh besar dalam
senyuman.
Bicara tentang nikmatnya cinta, sebenarnya cinta bukan hanya sebuah
kebahagiaan, didalamnya juga ada tangisan dan kekecewaan, bahkan yang sulit saya jawab, apakah cinta itu lebih baik menjadi pendiam dan mengiyakan semua
tindakan, ataukah merasa sakit saat tak sesuai hingga ingin berceloteh, yang pada
akhirnya hanya menciptakan sebuah kekecewaan, atau barangkali cinta tak harus
berjalan beriringan? Ah, ntahlah. Apapun
yang tertera didalamnya, rasa cinta itu tetap bersemayam, membungkus rasa
senang dan sakit secara bersamaan.
Barangkali akan ada masa, cinta itu bisa melangkah
beriringan, memberikan senyum ruhani dan jasmani. Harapan demi harapan itulah
yang mungkin membuatnya menjadi begitu berwarna, menciptakan sebuah cerita yang
takkan pernah sama, menjadi sebuah pengalaman yang takkan pernah terbayar, tak
sadar akan memberikan solusi di episode-episode berikutnya, atau barangkali
keadaan akan tetap stagnan? Ah, tidak, kurasa tak mungkin, Allah maha besar,
Allah yang begitu menyayangi hambanya, tentu akan ada masa, kita merasakan
kesempurnaan cinta baik ruhani maupun jasmani.
Dan cinta itu sendiri terlalu luas jika ditafsirkan, bahkan takkan habis beribu syair mengalir dari para penyair dengan kedahsyatan bahasanya, anehnya tak pernah jemu untuk dibahas, karena memang sunnatullah, ada rasa, ada cinta disetiap masa.
mungkin untuk saat ini pembahasan saya hanya mengerucut pada belahan hati kita, karena memang cinta tak sebatas untuk manusia, atau tautan hati yang kita anggap belahan jiwa alias jodoh semata.

0 komentar